Selasa, 12 Mei 2009

CINTA ini tidak memiliki akhir, Ibu..

Aku ingin memberhentikan derai air matanya semampuku walau aku perlu membalikkan fungsi tubuhku 180°..


Aku ingin terus memeluknya dan membuatnya nyaman berada disana hingga habis nafasku..

Aku ingin membangunkan ia istana yang megah untuk didalamnya dihuni oleh aku dan orang-orang yang dicintainya..


Aku ingin memberikan ia kendaraan yang dapat mengantarnya pergi ke berbagai tempat yang dapat menghiburnya..

Aku ingin membelikan ia berbagai baju warna-warni sesuai yang diinginkannya hingga ia bosan melihat pelangi di lemarinya..



Aku ingin memberikan nafasku untuk kembali membantunya bernafas dalam hidup..

Aku ingin menjadi tempat tidur yang nyaman jika ia tidak memiliki lagi tempat untuk berbaring dan menghilangkan penatnya..


Aku ingin terus menjadi selimutnya di kala ia merasa dingin dan membutuhkan sesuatu untuk menghangatkannya..

Aku ingin mencontreng namanya jika ia menjadi kandidat ibu terbaik di dunia..

Aku ingin menjadi anak yang paling mengerti dan memberi kebahagiaan sepanjang hidupnya..


Dengan penuh cinta,
Aku ingin ibuku terus bahagia..
Bersama aku dan semua orang yang terus dicintainya..


Suatu hari,
Aku ingin menjadi ibu sepertinya,
Yang dapat melindngi anak-anaknya dengan segala kekuatan yang dimilikinya


Aku cinta ibuku..
Tiada akhirnya..


Surat cinta ini tertulis dengan segala kekurangan sebagai anak, Di tengah kelemahan untuk membuat kebanggaan terus hadir di hati ibunya.. Penuh ampun, Sungguh banyak dosa yang telah terbuat pada wanita yang aku cintai tiada akhir ini.. Sangat beanyak.. lebih banyak dari jumlah pasir disepanjang pantai yang ada di seluruh dunia.. Entah dengan apa membalas semua hal yang kau lakukan dan entah bagaimana caranya memohon ampun untuk semua kesalahan..