Gimana bisa kita berhenti belajar. Kalo setiap waktu yang kita lewatin aja berganti terus. Memang ada rutinitas yang kita jalanin, tapi at least dalam sebuah rutinitas pun akan selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari di dalamnya. Apapun itu. Life is about learning. Belajar dari buku sudah biasa. Belajar dari hidup itu yang harus mulai dibiasain.
Tapi balancing tetap perlu. Karena pengetahuan dan ilmu itu ada dimana-mana tho. Ya di buku, ya di keseharian, ya di pembicaraan dengan orang, ya di pengamatan kita terhadap hidup kita maupun orang lain. Semua tempat. Tapi buku pun menjadi tempat yang bijak juga untuk kita belajar. Membuka wawasan untuk lebih mengajak otak kita berfikir membandingkan ini dan itu. Fakta dan teori. Hidup kita dan fenomena masyatakat. Ternyata guna kita menggali pengetahuan dari buku itu benar-benar ada pula manfaatnya. Ya saya termasuk orang yang tidak begitu suka membaca. Bahkan hitungannya ya tidak suka baca. Tapi bukannya kita juga sudah diperintahkan untuk membaca? IQRA!
Maka belajar dari mana saja. Buku dan kehidupan. Jadi lengkap referensinya. Buku juga tidak bisa sembarang buku. Lihat dulu pengarangnya, penerbitnya, referensi isi bukunya. Jangan sampai buku juga jadi buat kita salah berfikir kan. Bisa bahaya. Bisa jadi boomerang kalau salah-salah memilih buku. Sama aja hal nya dengan kita salah bergaul sama orang. Salah interaksi. Ya impact nya juga akan pada pola pikir kita di keseharian. Cukup bahaya.
Well, if you feel enough to learn something, maybe it means you're dumb enough to let your self fooled by other things. Semua berkembang. Gak akan pernah berhenti. Wong dokter ahli aja harus diupgrade terus pengetahuannya lewat seminar-seminar. Gimana bisa kita bisa bisa nya merasa cukup untuk belajar.
Penyakit beda setiap waktunya. Masalah berganti setiap periodenya. Fenomena yang ada di keluarga dan masyarakat juga tak kenal musim pergantiannya. Jadi gak ada alasan kita untuk berhenti belajar dan merasa cukup, kan?
Keep on learning or you will die.